RSUD dr. R. SOEPRAPTO CEPU

rs

SEJARAH RSUD DR. SOEPRAPTO

Berdirinya RSUDdr. R. Soeprapto Cepu

RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, alamat Jl. Ronggolawe No. 50 Cepu. Kepemilikan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu milik Pemerintah Daerah Kabupaten Blora, dibangun pada tahun 1954 – 1956, dan diresmikan pemakaiannya oleh Bupati Blora pada tanggal 5 Juni 1956 dan yang ditunjuk/dipercaya menjadi Kepala Rumah Sakit adalah dr. R. Soeprapto Soerosepoetro, yang pada waktu itu beliau juga sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Rakyat Kabupaten Blora dan Kepala Rumah Sakit Umum Blora.
Sebelum RSUD dr. Soeprapto pindah ke Jl. Ronggolawe No. 50 Cepu, Pelayanan Kesehatan ( Rumah Sakit ) masih numpang di beberapa tempat yaitu :

  1. Jl. Diponegoro (depan Rumah Pribadi dr. R. Soeprapto Lr. 2 Cepu) digunakan sebagai :
  • Kantor Tata Usaha / Administrasi
  • Ruang Periksa, Poliklinik dan UGD
  • Ruang Apotik/Obat-obatan dan
  • Ruang Laboratorium
  1. Sidomulyo (sekarang dipakai sebagai SDN Cepu 14) digunakan sebagai
  • Ruang Perawatan Pasien Laki-laki
  • Ruang Tindakan Operasi dan
  • Garasi Ambulance
  1. Sidomulyo (sekarang Dealer Suzuki Motor Cepu) digunakan sebagai
  • Ruang Perawatan Pasien Perempuan
  • Ruang Bersalin dan
  • Dapur Umum

Pada tahun 1947 – 1949 terjadi Agresi Militer Belanda ke II atau Clash ke-II,tokoh-tokoh masyarakat Cepu khususnya Bagian Kesehatan yang dipimpin oleh Bp. dr. R. Soeprapto Soerosepoetro, Bp.R.Koesnijo(tenaga para Medis), Bp. Soekirno dan Bp. Sajono (tenaga Administrasi) ikut berjuang digaris depan, dan karena terdesak mundur ke arah barat ke daerah Doplang sampai Sulursari.
Di dalam pengungsian tersebut dr.R. Soeprapto S. bertemu dengan seniornya yaitu dr. Soerojo yang pada waktu itu menjabat Kepala Dinas Kesehatan Tentara Semarang. Dalam pertemuan tersebut dr. Soeprapto S. disarankan untuk pulang ke Cepu mengkoordinir Rumah Sakit Umum Cepu yang telah dikuasai oleh Tentara Belanda.
Setelah sampai di Cepu dan menjalankan tugas sebagai dokter,dr.R Soeprapto S. secara diam-diam masih ikut berjuang diluar garis demarkasi dengan cara mensuplai kebutuhan obat-obatan yang dibutuhkan oleh para pejuang.
Penyerahan kekuasaan dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah NKRI pada tahun 1949, maka semua tenaga Kesehatan yang ikut berjuang bisa berkumpul di Cepu untuk melaksanakan tugasnya kembali di Rumah Sakit Umum Cepu.
Dalam perjalanan waktu dalam upaya melayani kesehatan kepada masyarakat Cepu tempatnya masih numpang-numpang dibeberapa tempat, maka dr. R.Soeprapto mempunyai prakarsa/pemikiran bahwa Rumah Sakit harus bisa mempunyai bangunan Gedung permanen di satu komplek (lokasi).
Bersama dengan tokoh-tokoh kesehatan masyarakat Cepu dr.R.Soeprapto S. akhirnya mendapatkan lokasi bekas perumahan Direktur BPM Cepu di.Jl. Ronggolawe No. 50 Cepu. Selanjutnya dr. R.Soeprapto S. mengusulkan ke Pemerintah Kabupaten Blora dan Pusat untuk membangun Rumah Sakit Umum Cepu.
Waktu itu tahun 1953 Pemerintah Kabupaten Blora merasa keberatan untuk membiayai 2 Rumah Sakit (RSU Blora & RSU Cepu), namun atas perjuangan dari Bp. dr. R. Soeprapto yang gigih juga didukung oleh tokoh – tokoh kesehatan masyarakat Cepu, akhirnya pemerintah berkenan untuk membangun Rumah Sakit Umum Cepu yang dimulai pada tahun 1954 dan selesai tahun 1956.
Dengan selesainya pembangunan Rumah Sakit Cepu kemudian diserahkan ke pemerintah tanggal 8 Mei 1956 secara berangsur- angsur pindah ke Jl.RSU No. 50, pada tanggal 5 Juni 1956 kemudian diresmikan pemakaiannya oleh Bupati Blora,yang dimeriahkan denganWayang Orang Sriwedari dari Solo semalam suntuk.
Pada saat diresmikannya pemakaian Rumah Sakit Umum Cepu jumlah tenaga/SDM pada waktu itu masih sangat minim dengan jumlah tenaga yang ada sebanyak 25 (dua puluh lima) orang terdiri dari1 orang dokter merangkap sebagai Kepala Rumah Sakit, 1 orang Kepala Kantor, 1 orang Kepala Perawatan dan 22 orang Staf RSUD (Tenaga Para Medis dan Administrasi) dengan peralatan medis yang sangat terbatas pula.
Perkembangan selanjutnya untuk mengenang jasa dr. R. Soeprapto yang merupakan perintis berdirinya Rumah Sakit Cepu, dengan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Blora No. 06 Tahun, RSUD Cepu berubah menjadi Rumah Sakit dr. R. Soeprapto Cepu Kabupaten Blora.
Pada tahun 2010, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) berdasarkan dengan Peraturan Bupati Blora Nomor 94 tahun 2010 tentang Ketentuan Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah yang berimbas pada sistem pengelolaan keuangan dan pelayanan di RSUD dr. R. Soeprapto Cepu ke arah yang lebih baik.

Periode Kepemimpinan / Direktur:

Periode Kepemimpinan / Direktur RSUDdr. R. Soeprapto Cepu sejak didirikan sampai sekarang adalah sebagai berikut :

1. Periode tahun 1956 – 1962 :dr. R. Soeprapto Soerosepoetro
2. Periode tahun 1962 – 1966 :dr. Han Hwie Song
3. Periode tahun 1966 – 1974 :dr. Kristiawan E S
4. Periode tahun 1974 – 1978 :dr. Djoko Waspodo
5. Periode tahun 1978 – 1985 :dr. Soewignjo
6. Periode tahun 1985 – 1989 :dr. Anies Zakaria
7. Periode tahun 1989 – 1991 :dr. Soenoe Joewono
8. Periode tahun 1991 – 2005 :dr. Darmasto MMR
9. Periode tahun 2005 – 2011 :dr. Gunawan Djohadiputro M.Kes.
10. Periode tahun 2011 – sekarang : dr. Nur Mochamad Putra

Peningkatan Tipe Rumah Sakit

Peningkatan status kelas atau tipe Rumah Sakit dari Tipe D hingga sampai saat ini dan prestasi pencapaian adalah sebagai berikut :

a. Tahun 1979 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Kelas D.
b. Tahun 1994 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Kelas C.
c. Tahun 1998 Terakreditasi secara Penuh dari Departemen Kesehatan RI untuk Akreditasi Tingkat Dasar atau 5 Standard Pelayanan yaitu Bidang Administrasi dan Manajemen, Bidang Pelayanan Medis, Bidang Pelayanan Keperawatan, Bidang Pelayanan Gawat Darurat dan Bidang Pelayanan Rekam Medik.
d. Tahun 1996 Terakreditasi sebagai RSUsayang Bayi dari WHO.

Hubungan dengan Institusi

Disamping pelayanan kesehatan kepada masyarakat RSUDdr. R. Soeprapto Cepu telah menjalin kerjasama dengan beberapa institusi sebagai berikut :

1. FK. UNS (RSUD Moewardi Surakarta) kerjasama dibidang pendidikan bagi dokter residen dan co ass obstetri dan gynekologi
2. ATRO Widya Husada Semarang
3. Stikes Madani Yogyakarta
4. Stikes Surya Global Yogyakarta
5. Stikes Bahrul Ulum Jombang
6. Akbid Wira Husada Nusantara Blora
7. Stikes Muhammadiyah Kudus
8. Poltekes Kemenkes Semarang
9. STIKES Insan Cendikia Husada ( IC SADA ) Bojonegoro
10. PTK AKA Migas-STEM
11. PT. Pertamina EP
12. PT Jasa Raharja (Persero) Pati
13. PT KAI DaOp 4 Semarang
14. PT BPJS Cabang Kudus
15. PT Asuransi Jiwa InHealth Cabang Kudus
16. RSU PKU Muhammadiyah Cepu
17. Dinas Kesehatan Kabupaten Blora
18. Kantor Pos Blora
19. PT Ass Inhealth Indonesia
20. RS Surabaya Medical Service
21. Poliklinik Rukun Jaya Makmur
22. RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro
23. PT. Prodia Widya Husada
24. PT Jasa Raharja Pati dan Satlantas Polres Blora
25. PT Panca Bersama Jaya
26. Apotek Wisma Husada Cepu
27. CV ERGE
28. PT Mutual Medica
29. PT Multi Sinergi Anugerah Sejahtera
30. PT Saba Indomedika
31. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah ( Bank Jateng ) Kantor Cab. Pembantu Cepu
32. PT Bank Negara Indonesia ( Persero ) tbk Kantor cabang Utama Cepu
33. PT Bank Rakyat Indonesia ( persero ) tbk.Kantor Cab. Pembantu Cepu
34. PT Bank Pembangunan Daerah ( persero ) tbk. Cab. Pembantu Cepu
35. Institusi pendidikan sekolah umum atau Program magang dan lain-lain.